Ide Kreatif Trick Art

Berimajinasi dalam Japan Trick Art

Sebuah pameran seni mencoba mendobrak pakem yang berkembang selama ini. Dalam pameran Japan Trick Art, pengunjung dirangsang berimajinasi dan berkomunikasi dengan karya seni yang ditampilkan.

Sebanyak 53 gambar instalasi yang merangsang imajinasi dari seniman-seniman Jepang tersebut dipamerkan di Lantai 5 West Mall Grand Indonesia Shopping Town, Minggu (2/12) hingga 3 Februari 2013. Jika dilihat sekilas, pameran ini akan terlihat seperti pameran lukisan pada umumnya.Yang membedakan, lukisan itu dipajang malah dengan harapan agar orang yang melihatnya mau berinteraksi dengan lukisan tersebut.

Jika biasanya sebuah lukisan dilarang untuk disentuh,dipegang, terlebih lagi diinjak, pada lukisan dan instalasi yang dipamerkan, pengunjung malah diminta untuk melakukan ihwal tersebut. Alasannya, hanya dengan cara itu pengunjung akan mengetahui ilusi apa yang akan didapatkan dari masing-masing karya seni. Bayangkan saja, di area ini pengunjung dapat mengabadikan momen-momen menarik dan ajaib yang mungkin tidak akan mereka rasakan di mana pun.

Misalnya,pengunjung dapat memiliki foto tersangkut di Tokyo Tower, terinjak hewan purba, menyentuh jari Monalisa, menghindar dari lahapan ikan hiu, masuk mulut orang utan atau Frankenstein,hingga masuk ruangan yang dapat membuat pengunjung terlihat lebih besar, serta beberapa lukisan lainnya. Art Director Trick Art Senyo Kamiyama menceritakan, seni manipulasi ini sudah dimulai di Jepang sejak 21 tahun lalu.

Beberapa negara pun sudah diperkenalkan dengan seni imajinasi ini.Kini Trick Art menyambangi Indonesia untuk memberikan edukasi sekaligus pendidikan kepada para pencinta seni anak dan dewasa. ”Kami sudah mengunjungi berbagai negara untuk mengenalkan Trick Art.Pameran Trick Art ini pameran seni lukis yang dipadukan dengan warna, perspektif, hingga menghasilkan gambar manipulasi yang penuh imajinasi.

Berbeda dengan pameran-pameran seni lainnya, Trick Art membutuhkan interaksi pengunjung untuk menjadikannya sebagai sebuahkarya seniyangsempurna,” paparnya. Lebih lanjut Kamiyama mengungkapkan,Trick Art merupakan kesenian yang memanfaatkan tiga unsur utama dalam penciptaan ilusi penglihatan yakni ilusi psikologi, ilusi geometri, dan ilusi sudut pandang. Hasilnya, ketiga unsur tersebut menjadi konflik mengejutkan dalam melihat sebuah karya pada objek datar.

Di Jepang, jelas Kamiyama, Trick Artini sudah ditempatkan di 17 museum. Sejak pertama kali diperkenalkan pada awal 1990-an, karya seni tersebut sudah disaksikan 30 juta orang. ”Karya seni yang dipamerkan ini dapat membuat pengunjung seakan meneropongke berbagai zaman sejarah,”ungkapnya. Kamiyama melanjutkan, Trick Artdimulai ketika seorang pencinta karya seni lukisan beraliran Renaissance bernama Kenzu Kazumune mempunyai impian yang besar untuk dapat mengapresiasi seni lukis.

Saat itu Kazumune mendirikan sekolah dasar Corporation pada 1987 yang menaungi beberapa seniman.Atas prakarsanya itu, Kazumune pun mendapat apresiasi bertaraf dunia salah satunya World Peace Prize of Art dari World Peace Foundation. ”Kazumune puluhan tahun lalu sudah berhasil mempopulerkan seni lukis dan mendapat perhatian dari banyak orang. Hingga akhirnya dia mendapat penghargaan dari banyak pihak di dunia internasional.

Kini saatnya kami mengenalkan ide kreatifnya itu kepada masyarakat pencinta seni di Jakarta,Indonesia,”sebutnya. Daniel Suharya, dari Tri Mitra Events yang mendatangkan Trick Art ke Indonesia, mengatakan, Trick Art dapat diterjemahkan dengan mudah sebagai seni penggabungan warna, cahaya, dan perspektif pengunjung. Lewat Trick Art ini, masyarakat Jakarta dapat menikmati pameran karya seni yang simpel namun menghasilkan gambar menarik.

”Semua lukisan yang dikerjakan dengan tangan ini bisa memberikan perspektif tiga dimensi di mata pengunjung tanpa harus menggunakan alat. Trick Art mengusung konsep pameran yang simpel. Di zaman modern ini semua orang mengandalkan gadget untuk mendapatkan gambar yang menarik,”ucapnya.

Dengan latar belakang sejarah itu,Daniel juga menegaskan, Trick Art ini dapat dikategorikan sebagai seni yang memanfaatkan manipulasi daya pandang manusia yang sering disebut sebagai optical illusion. ”Dengan perpaduan warna perspektif serta teknik pencahayaan yang detil, terciptalah efek 3D mencengangkan yang terbentuk dari rangkaian lukisan pada objek datar,” tandasnya.

sumber : http://www.seputar-indonesia.com/news/berimajinasi-dalam-japan-trick-art
" Copy-Paste? Baca Disclaimer! "
Bagikan Tulisan Ini:


Artikel Terkait:

6 Comment:

Direktori WeBlog said...

Keren banget tricknya...pa lagi yang nemplok di tokyo tower itu..cakeeeeep :)
Dilanjut lagi, miz..

PS Holic said...

jepang emang uda kek dunia sendiri... gag ikut mana-mana (dalam hal bginian).. keren!!!

Reo Adam said...

pertamax amankan dulu...klu tepublish pertamax sih hehehe

Andy Borneo said...

jadi itu lukisan ya.. mantap banget lukisan'nya 3D.. hehe.. :)

Aghnan Pramudihasan said...

Bagaimana dengan di Indonesia?

zachflazz said...

cakep banget ya seni kayak gini

Post a Comment

* ) Referensi, bisa sobat lihat/baca/kunjungi alamat web/blog di bawah artikel halaman ini atau bagian footer blog ini.

** ) Beritahu jika ada link rusak "Broken Link", atau kesalahan dalam penulisan.

*** ) Terima kasih sudah berkomentar dengan sopan dan bijak :) .

 
© Copyright 2012 MizTia Respect - All Rights Reserved | Template by Borneo Templates - Kreasi Iseng ♥ MizTia
Best Viewed in Chrome