LIKE BONDAN F2B ?

Powered by Blogger.
Showing posts sorted by relevance for query Bondan. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query Bondan. Sort by date Show all posts

Bondan Prakoso, Musik yang Mengedukasi

Bondan Prakoso, Musik yang Mengedukasi  


TEMPO Interaktif, Lagu Si Lumba-lumba tenar pada 1987. Pelantunnya adalah Bondan Prakoso, 28 tahun, yang saat itu berusia 5 tahun. Lagu yang diciptakan oleh ayahnya, Sisco Batara, dan Papa T. Bob itu begitu identik dengan Bondan. Juga dengan cepat menorehkan popularitasnya sebagai penyanyi cilik.

Dua puluh tiga tahun berselang, Bondan kembali populer lewat tembang kolaborasinya dengan grup rap Fade 2 Black. Klip video dari single yang berjudul Ya Sudahlah itu kerap diputar di stasiun-stasiun televisi. Penampilan Bondan pun sudah tak lagi seperti penyanyi anak-anak.

Memang, saat memasuki usia pubertas, 13 tahun, Bondan memutuskan berhenti menyanyi. "Pita suara saya membesar," katanya saat ditemui di studio Indosiar, Selasa lalu. Sang ayah menilai karakter suara Bondan sudah tidak cocok menyanyikan lagu anak-anak.

Dua tahun pensiun dari tarik suara, Bondan berkonsentrasi sekolah sambil belajar memegang alat musik. "Saya bermain segala instrumen," katanya. Dia paling klop dengan bas. Bakatnya ini mengental setelah bertemu dengan teman-temannya di SMP Islam Harapan Ibu, Jakarta Selatan.

Bersama lima rekannya itu, Bondan membesut kelompok musik Funky Kopral di usia 15 tahun. Kelompok ini memainkan dan memadukan beragam jenis musik, seperti pop, rock, jazz, hip-hop, dan rap. Beberapa album yang dihasilkan antara lain Funchopat, Funkadelic Rhythm and Distortion, dan Misteri Cinta, yang berkolaborasi dengan Setiawan Djodi.

Sayangnya, kelompok ini kurang solid karena usia personelnya masih remaja. "Beberapa kali ganti personel," ujarnya. Meski kurang padu, Funky Kopral menyabet penghargaan dalam Anugerah Music Indonesia (AMI) Award dua kali sebagai Best Group Alternatif dan Best Rock Collaboration.

Namun ini tak membuat Funky Kopral mudah mendapatkan "label" untuk menjual hasil karyanya. Menurut sarjana Sastra Belanda Universitas Indonesia ini, jenis musik yang idealis tidak mudah diterima pasar. "Ini yang membuat personel kurang solid," katanya. Bondan pun memutuskan mundur setelah enam tahun bergabung. "Fokus kuliah." 

Di kampus, Bondan tetap menekuni musik. Saat mengerjakan proyek musikalisasi puisi dari penyair Belgia, ia bertemu teman kuliahnya, Tito, penyanyi rap. "Saya ngobrol banyak tentang musik dan nyambung," katanya. Dari obrolan itu, Bondan dan Tito mencoba membuat musik. 

"Awalnya iseng," katanya. Lulus kuliah, Bondan dan Tito bersepakat berkolaborasi. Mereka menamakan diri: Bondan Prakoso & Fade2Black. Tito mengajak dua rekannya sesama rapper, Santoz dan Lezzano, yang telah memiliki album indie sejak 1999.

Bondan tertantang berkolaborasi dengan jenis musik rap. "Bisa enggak musik rap berpadu jenis musik lain," katanya. Musik rap, yang identik dengan musik hip-hop dan R&B, diracik dengan musik rock, punk, pop, sampai keroncong. "Terbukti musik rap fleksibel," katanya. 

Kolaborasi Bondan & Fade2Black menghasilkan tiga album, Respect, Unity, dan For All. Dalam album kedua, Bondan memadukan musik rap dengan keroncong. Racikan Bondan menghasilkan lagu Keroncong Protol. Walhasil, album ini diganjar kategori Best Group Rap dalam AMI Award dua tahun lalu. Penghargaan yang sama diterima untuk album pertama pada 2006.

Bondan menilai musiknya memberikan warna baru di belantara musik Indonesia. "Musik saya mengedukasi," ujarnya. Bondan menjamin karya-karyanya jauh dari urusan cinta picisan. Menurut dia, masih banyak tema lain yang belum digarap oleh pekerja musik. "Tema politik, sosial, masih banyak," katanya.

Dalam menciptakan lirik lagu, Bondan lebih tertarik mengangkat tema cinta dalam sudut pandang persahabatan. "Cinta itu luas," katanya. Tema-tema ini terasa kuat dalam lagu di album ketiganya, misalkan Kita Selamanya.

Bondan prihatin dengan perkembangan musik sekarang. "Temanya monoton," katanya. Ia menilai tidak adanya musik untuk anak-anak sebagai bukti tak berkembangnya musik di Indonesia. Akibatnya, anak-anak menyanyikan lagu orang dewasa. "Ini tak terjadi di saat saya kecil."

Dalam membuat lirik, Bondan tak menemui kesulitan. "Inspirasi datang dari mana saja dan kapan saja," ucapnya. Jika ide muncul di sela aktivitasnya, Bondan langsung berhenti. "Saya berhenti sejenak, lalu merekamnya," katanya. 

Bondan bertekad karyanya bersama Fade2Black melebihi karya sebelumnya. Sementara dulu Bondan sukses sebagai penembang, kini ia ingin lebih. "Kalau hanya jadi penyanyi rasanya belum lengkap," ujarnya. Kini di kelompoknya ia berperan sebagai produser dan komposer. "Tanggung jawabnya makin besar." 

Meski masih muda, Bondan memilih mengakhiri masa lajangnya tiga tahun lalu saat berusia 25 tahun. Istrinya, Margaret Caroline, adalah video jockey MTV. "Saya ketemu saat tampil di MTV," katanya. Bondan yakin kariernya bertambah sukses dengan statusnya sebagai suami dan bapak. "Kini saya bertambah fokus," katanya. Ayah Kara Arabel ini menilai hidup berkeluarga lebih baik ketimbang sendirian. 

AKBAR TRI KURNIAWAN




Nama: Bondan Prakoso
Kelahiran: Jakarta, 8 Mei 1982
Orang tua: Sisco Batara dan Lili Yulianingsih
Istri: Margaret Caroline
Anak: Kara Arabel Prakoso
Pendidikan: Sastra Belanda Universitas Indonesia

7 album saat menjadi penyanyi cilik, termasuk Si Lumba-lumba
Funchopat (bersama Funky Kopral, 1999)
Funkadelic Rhythm and Distortion (2000)
Misteri Cinta (2003)
Respect (Bondan Praksoso & Fade2Black, 2005)
Unity (2007)
For All (2010)

Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 1999 kategori Best Group Alternatif
AMI Awards 2003 kategori Best Rock Collaboration
Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia, Bass Hero 2006
AMI Awards kategori Best Group Rap 2006 dan 2008



 source : http://www.tempo.co/read/news/2010/12/12/004298311/Bondan-Prakoso-Musik-yang-Mengedukasi
http://www.tempo.co/read/cari
Read More Comment

Bondan Prakoso & Fade 2 Black Dari Wikipedia

Bondan Prakoso & Fade 2 Black merupakan kolaborasi musikal antara Bondan Prakoso (musisi, bassis) dan Fade 2 Black (grup rap beranggotakan Titz, Santoz dan Lezzano).

Biografi
Bondan Prakoso & Fade 2 Black merupakan kolaborasi musikal antara Bondan Prakoso (musisi, bassis) dan Fade 2 Black (grup rap beranggotakan Titz, Santoz dan Lezzano). Pada tahun 2004 Bondan berniat membuat proyek musik yang menggabungkan berbagai jenis musik ke dalam sebuah bentuk musik baru. Dia lalu mengajak Titz, seorang rapper yang merupakan teman satu kampusnya di Universitas Indonesia untuk bergabung. Namun Titz merasa kalau band ini akan semakin kuat jika grupnya, Fade 2 Black, turut bergabung. Akhir tahun 2004 Bondan & Fade 2 Black mulai melangkah ke dapur rekaman. Mereka pun menciptakan beberapa lagu dengan sentuhan Rap, Rock, dan Funk. Bondan Prakoso bertanggung jawab di sisi instrumen, looping dan aransemen, sedangkan Fade 2 Black menggarap lirik lagunya. Proses ini hanya berlangsung 4 bulan, dan pada bulan Agustus 2005 album perdana mereka yang bertajuk “RESPECT” resmi dirilis di bawah naungan Sony BMG Music Indonesia. Album tersebut diwarnai berbagai jenis musik dengan rap sebagai vokal utama, dengan ditimpali suara Bondan yang turut menghiasi beberapa lagu. Dengan album bermaterikan 12 lagu itu, Bondan Prakoso & Fade 2 Black pun menuai beragam prestasi, diantaranya adalah Best Rap Album Production dalam Indonesian Music Award 2006. Album kedua mereka, “UNITY” dirilis pada bulan November 2007. Album yang menjagokan lagu “Keroncong Protol” ini semakin memantapkan posisi Bondan Prakoso & Fade 2 Black sebagai band yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang berbeda. Berkat album ini mereka kembali meraih penghargaan Best Rap Album Production dalam Indonesian Music Award 2008.

Tentang Bondan Prakoso
Bondan Prakoso lebih dulu dikenal sebagai penyanyi cilik lewat lagu “Lumba-Lumba” yang populer di era 80-an. Ketika beranjak dewasa dia tetap setia di jalur musik, dengan bass sebagai “senjatanya”.

Fade 2 Black
Tahun 1999 Bondan bergabung dengan Funky Kopral. Bersama band ini, Bondan sempat menelurkan dua album, yaitu Funchopat (1999) dan Funkadhelic Rhythm and Distortion (2000). Namun pada tahun 2003 Bondan memutuskan mundur dari Funky Kopral dan kemudian membentuk Bondan Prakoso & Fade 2 Black. Musisi kelahiran 8 Mei 1984 ini dikenal sebagai bassis yang handal. Bahkan dia sempat tampil dalam acara “Bass Heroes” bersama 11 pemain bass Indonesia lainnya, seperti Thomas “GIGI”, Rindra “Padi”, Bongky “BIP”, dan Adam Sheila on 7. Penampilan mereka juga direkam dalam album kompilasi “Bass Heroes” yang dirilis tahun 2006.

Sejarah

Pada tahun 2004 Bondan berniat membuat proyek musik yang menggabungkan berbagai jenis musik ke dalam sebuah bentuk musik baru. Dia lalu mengajak Titz, seorang rapper yang merupakan teman satu kampusnya di Universitas Indonesia untuk bergabung. Namun Titz merasa kalau band ini akan semakin kuat jika grupnya, Fade 2 Black, turut bergabung.
Akhir tahun 2004 Bondan & Fade 2 Black mulai melangkah ke dapur rekaman. Mereka pun menciptakan beberapa lagu dengan sentuhan Rap, Rock, dan Funk. Bondan Prakoso bertanggung jawab di sisi instrumen, looping dan aransemen, sedangkan Fade 2 Black menggarap lirik lagunya.
Proses ini hanya berlangsung 4 bulan, dan pada bulan Agustus 2005 album perdana mereka yang bertajuk "RESPECT" resmi dirilis di bawah naungan Sony BMG Music Indonesia. Album tersebut diwarnai berbagai jenis musik dengan rap sebagai vokal utama, dengan ditimpali suara Bondan yang turut menghiasi beberapa lagu.
Dengan album bermaterikan 12 lagu itu, Bondan Prakoso & Fade 2 Black pun menuai beragam prestasi, diantaranya adalah Best Rap Album Production dalam Indonesian Music Award 2006.
Album kedua mereka, "UNITY" dirilis pada bulan November 2007. Album yang menjagokan lagu "Keroncong Protol" ini semakin memantapkan posisi Bondan Prakoso & Fade 2 Black sebagai band yang kreatif dan mampu menciptakan sesuatu yang berbeda. Berkat album ini mereka kembali meraih penghargaan Best Rap Album Production dalam Indonesian Music Award 2008.

Album Studio

  • Respect (2005)
  • Unity (2007)
  • For All (2010)
  • Respect & Unity For All (2012)

Pranala luar


 source : http://id.wikipedia.org/wiki/Bondan_Prakoso_%26_Fade_2_Black .
Read More Comment

Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum, Rezpector bubar?

©MT | Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum, Rezpector bubar?

14 September 2013, saya dikagetkan dengan TL @BondanF2B yang dikabarkan telah vakum untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Sempat kecewa juga dengan keputusan ini, alasan Bondan Prakoso dan Fade 2 Black vakum karena mereka akan  fokus dan berkonsentrasi pada project masing-masing yang sempat tertunda.

Pertanyaan yang telah banyak di lontarkan para penggemar Bondan Prakoso dan Fade 2 Black (Rezpector) "Ini vakum atau bubar?"

Padahal fans mereka banyak loh tersebar diseluruh Nusantara, banyak Rezpector tersebar se jagad raya. Bondan Prakoso and Fade 2 Black telah banyak menelurkan karya-karya yang gemilang selama berdiri di industri musik. Bondan Prakoso dan Fade 2 Black juga telah mengeluarkan beberapa buku hasil kolaburasi mereka bersama penulis ternama. Saya bingung menanggapi ini, karena sudah terlanjur kecewa dengan keputusan mereka.
Setelah berkolaburasi selama ± delapan (8) tahun berkarir di industri musik, Bondan Prakoso dan Fade 2 Black vakum terhitung sejak 13 September 2013, perjalanan dan pengalaman panjang yang pernah mereka jalani.

Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum, Rezpector bubar? Miz Tia Respect
@BondanF2B



Namun banyak sekali Rezpector INDONESIA yang berharap Bondan Prakoso dan Fade 2 Black bakal tetap berkarya dan tetap berkaborasi menghasilkan musik indonesia yang berwarna dan berkelas.

Kalau saya yang jadi Mr.B dan F2B saya bakal terharu saat baca komentar teman-teman di sosmed yang selalu mendukung perjalanan karir Bondan Prakoso dan Fade2Black. Dan mengusahakan agar group ini tetap eksis di ranah hiburan indonesia. Tapi kenyataanya saya bukan orang penting seperti mereka :D jadi saya hanya menyimak saja.



Facebook Bondan - MizTia Respect
Bondan Prakoso & Fade2Black (kalo kurang jelas klik gambarnya)

Facebook Bondan - Miz Tia Respect
Bondan Prakoso & Fade2Black (kalo kurang jelas klik gambarnya)



Banyak banget komentar-komentar fans Bondan Prakoso dan Fade 2 Black yang kecewa, Menurut mereka "Respector akan selalu ada dan sampai kapanpun masih tetap ada, dan mereka berharap agar secepatnya Bondan Prakoso and Fade2Black (Titz, Santoz, Lezzano) menyelesaikan urusannya dan secepat mungkin bisa berada didunia entertaiment lagi, karena para fans Bondan Prakoso dan Fade2Black pastinya bakal merindukan Bondan Prakoso and F2B dan merindukan karya-karyanya dari sebuah lagu hingga menjadi sebuah novel. Terus terang Bondan Prakoso dan Fade2Black telah banyak menginspirasi generasi muda. Para fans Bondan Prakoso dan Fade2Black yang akrab di panggil Rezpector akan selalu menunggu karya Bondan Prakoso dan Fade2Black".

Galau deh denger berita ini, apalagi pas berita ini masuk infotaiment di TV. Berarti beneran bakal vakum :(  ini salah satu berita yang bisa bikin kontroversi hati para rezpector ini #halah -_-

Oh ya, Rezpector atau fans yang baik akan tetap mendukung musisi yang selama ini dibanggakannya :) . Tetap Semangat! :~

Ini buat yang belum kenal sama Bondan Prakoso dan Fade2Black, bisa dibaca tentang bio Bondan Prakoso atau bio Fade 2 Black | Ada apa dengan musik Bondan Prakoso dan Fade 2 Black? .
Read More Comment (19)

Diskografi Bondan Prakoso and Fade Two Black

RESPECT (2005)


Rezpect..
Menjadikan hip-hop & rap sebagai tuan rumah di Indonesia
Setelah sukses kolaborasinya dengan Setiawan Djody dan Funky Kopral, Bondan Prakoso mencoba berkolaborasi dengan Fade 2 Black (baca; Fed Tu Blek). Sebuah group hip hop Independent berbakat dari Bogor yang beranggotakan Tito, Eza dan Ari. Konsep yang disodorkannya pun tak main-main. Bondan & Fade 2 Black membuat konsep musik yang didalamnya terdapat aliran musik jazz, hip-hop, rock, techno dan tentu saja musik funk yang diracik sedemikian dinamis dalam sebuah album mereka yang diberi judul RESPECT.

Bondan Prakoso & Fade 2 Black adalah sebuah kolaborasi antara lirik dan jiwa dari sebuah group Hip Hop anak muda Fade 2 Black, dengan musikalitas idealisme Bondan Prakoso. Liriknya kebanyakan mengangkat tentang kehidupan anak muda jaman sekarang yang gaul, sportif, kreatif, agresif, nakal dan sedikit chaos.

Keterlibatan multi talenta Bondan sebagai produser dalam album ini merupakan cara tersendiri untuk menuangkan semangat idealisme dalam berkarya. Dan album ini telah menunjukkan proses kedewasaan bermusiknya secara total. Bersama Fade 2 Black, Bondan berusaha meyakini bisa membawa Hip Hop dan Rap Indonesia menjadi tuan rumah di sini.

Di album ini Bondan mencoba untuk memproduseri, mulai dari materi musik, arransemen, programing dan looping semua dia kerjakan sendiri. Bahkan istimewanya lagi, Bondan ikut juga mengisi vokal selain memainkan hampir semua instrumen di album ini. What a talent he’s got!

Dalam proses pembuatan album yang berisikan dua belas lagu ini, melibatkan juga musisi Jazz berbakat dari indonesia yang telah Go Internasional seperti Rio ‘sidik dari’ Saharadja yang mengisi trompet dalam beberapa lagu di album ini, seperti; Its All about Soul! (bernuansa Funk/Soul), Jazzy Tringual (rap yang liriknya menggunakan 3 bahasa yaitu Inggris, Indonesia dan Belanda, salut untuk Fade 2 Black!) juga tak ketinggalan Please Dong Ah yang menceritakan pengalaman sial dari Ari, Eza dan Tito yang akan membuat kita tersenyum-senyum geli.

Sedangkan lagu Feels Like Home yang ditulis oleh Ari, Eza dan Tito menceritakan perjalanan suka duka mereka antara Bogor & Jakarta dalam pembuatan proses rekaman album kolaborasi ini. Selain lirik jenaka di Please Dong Ah, Bondan & Fade 2 Black pun pamer kejeniusannya merangkai kata yang berirama di Siapa @@@, Hidup Berawal Dari Mimpi dan 1234.

Siapa bilang rapper tak bisa romantis? Simak saja Bunga yang juga tampil sebagai single pertama album RESPECT ini. Dengan caranya sendiri, Bondan & Fade 2 Black berhasil merepresentasikan sisi romantisme mereka. Dibangun lewat petikan electric guitar yang minimalis dan beat drum yang bersinergi dengan dentuman bass, rhyme vokal yang gloomy namun catchy, cukup menawan dan mudah dimengerti.

Nikmati saja RESPECT dalam derapan rapalan yang agresif, khas anak muda, penuh memacu adrenalin hingga tensi yang tinggi namun tetap asyik untuk dinikmati. Sound yang powerful menghentak dalam musik yang bersemangat dan yakin akan langkah positif album RESPECT ini untuk jadi jawara tangga lagu Indonesia .

1. Respect
2. Please Dong Ahh (bersama Rio Sahardja)
3. Bunga
4. Feels Like Home
5. Hidup Berawal Dari Mimpi
6. Siapa
7. Realistic
8. It's All About Soul (bersama Rio Sahardja)
9. Stay On The Line
10. Jazzy Tringual (bersama Rio Sahardja)
11. 1234
12. Cahya Cinta Sejati


UNITY (2007)


U N I T Y..
Di tengah arus deras lagu pop yang begitu mendayu-dayu dan membuai hati, dimana semua band berlomba-lomba untuk membuat lagu yang tidak ngejlimet!, BONDAN PRAKOSO & FADE2BLACK malah melawan arus dengan mengeluarkan single yang nyeleneh dan sruntulan, single ini mereka beri judul "KRONCONG PROTOL"

Bondan Prakoso a.k.a Mr B dengan dukungan pasukan grup hip hop Fade2Black (baca: Fed Tu Blek), kembali berkolaborasi melalui garapan album teranyar bertitel UNITY. Dibandingkan album pertama mereka RESPECT, kolaborasi Bondan dengan Fade2Black yang beranggotakan Tito, Eza dan Ari ini semakin intens, dimana pembagian kerjanya jelas. Bondan bertindak multi peran sebagai vokal, musisi, dan produser, sedangkan Fade2Black sepenuhnya nge-rap. Meski demikian di beberapa lagu, kedua belah pihak saling kerja bareng dalam urusan lirik.

Dalam urusan tema, kali ini Bondan dan Fade2Black tak melulu membicarakan urusan keseharian, tapi bergerak ke wilayah yang lebih serius, tak tangung-tanggung yaitu urusan persatuan diantara perbedaan. Bondan Prakoso & Fade2Black sudah merasa sumpek dengan kondisi sosial saat ini, mereka berusaha mengajak lingkungan untuk peduli dengan persatuan, dengan menafikan perbedaan prinsip, sosial, budaya, atau apapun termasuk musik. Nggak heran judul albumnya pun UNITY, karena memang itulah tema sentral album ini secara keseluruhan.

Dari segi musikalitas, Bondan semakin memantapkan dirinya untuk eksis sebagai Produser musik yang mempunyai kelasnya tersendiri mengingat hampir semua instrument musik dia mainkan di album ini. Bondan yang bersama Fade2Black mendapat predikat BEST RAP INDONESIA MUSIC AWARD 2006 ini dengan piawai meracik musik rap dengan aneka campuran hip hop, rock, funk, techno, jazz, hingga keroncong. Tunggu dulu.. keroncong ? Tidak salah lagi ia memang membuat formula keroncong dengan cita rasa anak muda sekarang, jadilah Keroncong Protol alias musik keroncong yang protol / patah / tidak lengkap. Tanpa ragu elemen cuku lele yang dimainkan oleh keluarga Bondan yang asli pemain keroncong, dikawinkan dengan suling sunda dan rapalan rap yang isinya agak sarkastis. Dan tanpa diduga-duga dengan luwesnya Bondan pun mengisi suara sinden.

“Man, ternyata Kroncong Protol itu banyak disukai meski pada awalnya orang terkaget-kaget. Saat manggung sambutan penonton juga bagus atas lagu ini. So terbukti dong musik tradisional bisa nge-blend dengan asyiknya dengan musik modern, “ jelas cowok yang pernah ber-jam session dengan Akira Jimbo (drummer legendaris Cassiopea) ini bersemangat.


Total 13 lagu di album ini merupakan karya Bondan yang jujur, lugas, Cross Over dan multi genre. Ada kalanya diteriakkan rock anthem dasyat bertajuk Unity, dimana formula rock dan funk disatukan, ditingkahi geberan betotan bass Funk khas Bondan.

Untuk fansnya, didedikasikan sebuah lagu bertajuk Rezpector sebuah lagu yang berisikan gempuran rock funk yang bergemuruh ala mars (rezpector adalah sebutan untuk penggemar Bondan Prakoso & Fade2Black yang artinya orang-orang yang saling menghargai) ,. Sementara itu dalam Rock On The Beat, repetan human beatbox (suara beat, scratch yang keluar hanya dari mulut) yang dihasilkan oleh Tito dan secara kompak di sambut oleh para personil Fade2Black lainnya terasa dinamis saat jamming dengan betotan bass. Terinspirasi oleh James Brown, Bondan mencetuskan nomor bertajuk Wrong Way, yang khas dengan dentuman beat khas rock funk, dimana di bagian reffrainnya sarat dengan kocokan dynamic rock. Sesekali bebunyian sampling meningkahi musiknya.

Nuansa reggae ternyata tak alpa menggayuti satu nomor di album ini. Dalam lagu Xpresikan, elemen reggae terasa kental pada awal lagu, selanjutnya ditengah lagu dimunculkan beat jungle seperti drum & bass. Liriknya adalah ajakan untuk bertindak sesuai kata hati tentunya untuk hal yang positif

Lelah dengan beat yang menghentak, saatnya bersantai dengan nomor-nomor ballad. Seperti Kau Puisi, komposisi bak big band, dengan hadirnya instrumen oboe, hingga triangle. Liriknya jelas sangat puitis.

R.I.P (Rhyme In Peace), lagu yang khusus didedikasikan buat beatmaker Fade2Black yang telah berpulang ke pangkuanNya merupakan salah satu lagu yang sangat mendeskripsikan bagaimana arti sebuah persahabatan dan kekeluargaan. Masih dalam satu ambience, hadir U’ll Sorry, sebuah dance techno, yang mengantarkan telinga dalam alam futuristik dan mistis.

Bondan yang terinspirasi oleh Rocco (bassist Tower Of Power) dan Les-Claypool (bassist Primus Band) menjadikan instrumen bass sebagai bagian yang tak terpisahkan dari identitasnya dan dia memberikan personal touch dalam komposisi funk jazz bertajuk Microphone XXX dimana solo bassnya menggelora, dan erotis seperti syairnya.

Akhir kata, mendengarkan album Unity ini bak mendapat pencerahan dan secercah semangat yang dihasilkan oleh darah-darah muda yang berkarya tanpa berpretensi, apalagi menggurui.

1. Unity
2. Xpresikan
3. Kau Puisi
4. Kroncong Protol
5. Waktu
6. U'll Sorry
7. Rezpector
8. R.I.P. (Rhyme In Peace)
9. Gusti Dewata Mulia Raya
10. Wrong Way
11. Microphone XXX
12. Rock On The Beat
13. Last But Not Least


FOR ALL (2010)


For All..
Setelah mengeluarkan Album Respect (2005) dan Unity (2007), di tahun 2010 ini Bondan Prakoso & Fade2Black yang selanjutnya bisa disingkat dengan julukan B&F2B mengeluarkan Album ke 3 yang bertitel For All. Album ini berisikan 11 lagu. Dan di album ini kembali Bondan Prakoso bertindak sebagai produser, arranger, vocal, dan basis. Ia meracik musiknya dalam berbagai jenis aliran musik dengan syair syair berirama cepat alias rap. Bondan tentu saja masih didukung oleh pasukan Fade 2 Black, yang beranggotakan Tito A.K.A Titz, Ari A.K.A Santoz, dan Eza A.K.A Lezzano.
Perekaman Album FOR ALL ini dimulai kurang lebih pertengahan tahun 2009 dan selesai di bulan November. Lagu yang pertama direkam adalah "Tetap Semangat" , sebuah track berirama ska yang mempunyai kejutan reggae di tengah tengah lagu, sebagai pengobar semangat bagi siapa pun yang mendengarnya untuk tetap semangat dan berdansa ria. Asal tahu saja, lagu ini direkam di sebuah hotel diantara sela-sela tur mereka. Tak heran jika lagu ini memuat esensi pembawa semangat kepada mereka yang jauh dari sanak keluarga ketika sedang melakukan tur.
Bondan Prakoso yang merupakan salah satu musisi multi-genre dan cross over ini mulai beraksi kembali. Di album For All ini kita bisa menikmati lagu berjudul "Tidurlah".Lagu ini mengingatkan kita pada sentuhan musik The Everly Brothers di tahun 1960 atau awal 1970 yang mana menjadi inspirasi notasi pop lagu lagu dari jaman Bob Tutupoli, Rinto Harahap, hingga Nia Daniati dan Betaria Sonata. Di Lagu ini Bondan benar benar serius sekali dalam penggarapan dan perekamannya baik dari pemilihan sound drum, sound guitar, backing vocal dan aransemen lagu. Semua elemen itu benar benar di’ramu’ seperti pada jamannya.
Kedewasaan dan kolaborasi B&F2B di Album FOR ALL ini semakin Intens dan sudah melebur menjadi satu. Contohnya adalah Bondan memberikan keleluasaan kepada masing masing personil Fade 2 Black untuk mengeksplorasi lirik lagu. Bondan selaku produser dan arranger memberikan kesempatan kepada Tito, Ari dan Eza untuk menginterprestasikan lagu pilihannya sesuai dengan style mereka sendiri. Untuk Eza misalnya, Bondan membuat musik dengan sentuhan alternatif funk dengan judul lagu "Bumi Ke Langit". Sedangkan untuk Arie dengan musik berirama hip rock berjudul "Terinjak Terhempas". Adapun Tito dengan lagu "Not With Me" yang berwarna rock ballad.
"Good Time" memperlihatkan kedewasaan Bondan dalam bermain bass juga sekaligus mempertunjukan sebuah aransemen funk dengan nuansa musik soul yang mempunyai kelasnya tersendiri. Lebih seru lagi karena lagu ini diselingi dengan Human Beatbox (suara berbagai alat dan scratch yang di hasilkan oleh mulut) Tito dan sautan Rap Eza maupun Ari.
Yang istimewa, B&F2B melihat tidak adanya lagu yang cukup mewakili anak-anak SMU saat melakukan acara perpisahan lulusan sekolah atau yang kerennya disebut dengan istilah prom night. Maka dibuatlah lagu khusus berjudul "Kita Selamanya" sebagai tribute untuk acara itu. Sehingga diharapkan acara yang digelar lebih berkesan dan bermakna bagi para siswa yang lulus SMU tersebut yang notabene adalah para penggemar B&F2B.
Dalam lagu "Sang Juara" Bondan membuat aransemen musik yang diharapkan dapat menjadi anthem pengobar semangat di kancah olah raga. Disini ada elemen sound brass section yang membuat lagu ini terasa dramatik.
Usai mendengarkan rapalan rap yang bertubi tubi, saatnya mendengarkan "Not With Me", lagu ini adalah sebuah lagu ballad yang dinyanyikan oleh Tito Fade 2 Black. Disini dapat dibuktikan bahwa selain Tito mempunyai kemampuan nge-rap yang sangat cepat dan keahliannya memainkan Human BeatBox, ternyata Tito juga mempunyai suara yang merdu dan mempunyai karakter tersendiri. Bondan menggarap lagu ini dengan sentuhan rock ballad tahun 80-an ala Bryan Adams.
Oya apabila diperhatikan sampul album FOR ALL ini terdapat banyak foto-foto kecil yang ada disampul depan. Foto tersebut adalah foto dari semua Rezpector (sebutan para komunitas fans Bondan Prakoso & Fade 2 Black) maupun orang orang yang medukung selama ini. Bentuk penghargaan lain juga diwujudkan pada bagian dalam sampul album berupa deretan logo-logo kebanggaan dari masing-masing wilayah Rezpector yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.
"Ya Sudahlah" dipilih menjadi single jagoan di album For All. Alasannya adalah karena lagu ini mempunyai kekuatan di notasi dan syairnya, plus aksen berupa choir dari suara dewasa sampai anak anak yang begitu ramai nya, menambahkan nuansa tersendiri. Lagu ini menceritakan bahwa apabila harapan yang kita mimpikan belum terwujud tidak mesti membuat kita harus bersedih berkepanjangan,cause everythings gonna be Ok.

"Apapun yang terjadi ku kan slalu ada untukmu, jangan lah kau bersedih cause everythings gonna be OK"

1.Ya Sudahlah
2. Good Time
3. Tetap Semangat
4. Sang Juara
5. Bumi ke Langit
6. Not With Me
7. S.O.S
8. For All
9. Terinjak Terhempas
10. Kita Selamanya
11. Tidurlah

Terkait :





sumber : http://zhaqierezpect.blogspot.com/2011/04/diskografi-bondan-prakoso-fade2black.html
Read More Comment (1)

Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama - I WILL SURVIVE


© MT - Solo Karir Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama I WILL SURVIVE .



Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama I WILL SURVIVE - MizTia Respect
Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama - I WILL SURVIVE 



Hey.... Bondan Prakoso is back!! 
He's back!!

Horraaayy :D .. hip hip horreee 

Usai berkolaburasi selama ± delapan (8) tahun berkarir didapur rekaman bersama grup hip hop Fade 2 Black. Bondan Prakoso and Fade2Black dinyatakan vakum terhitung sejak 13 September 2013.

Tentang Bondan Prakoso dan Fade 2 Black silahkan baca di BIO.
Kabar tentang  Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum silahkan baca di Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum, Rezpector bubar?


Bondan Prakoso yang dulu akrab dipanggil Mr. B, kini memilih solo karir dan telah menggarap single terbarunya bertajuk "I Will Survive". Dalam video tersebut, tampak sekali penghayatan Bondan Prakoso dalam memotivasi diri sendiri juga para penggemar yang telah lama menanti karya terbarunya. Bondan menyampaikan pesan motivasi kepada diri sendiri juga penggemar dalam menghadapi segala cobaan hidup melalui lagu "I WILL SURVIVE".

Bondan Prakoso adalah musisi favorit saya. Bondan selalu memotivasi generasi muda agar tidak lemah, tetap berekspresi dan terus berkreasi. Seperti yang sudah pernah saya tulisan di beberapa jurnal pada blog Kreasi Iseng MizTia "Just Expression and Write Anything".
 
"I Will Survive", mengandung pesan untuk memotivasi diri sendiri, kita sebagai manusia pada dasarnya selalu mendapat tantangan, ujian dan hukuman. Nah, pada single pertama Bondan Prakoso "I Will Survive" menceritakan tentang motivasi agar kita bisa bertahan dari semua situasi tersebut.

Lagu "I Will Survive" bernuansa rock-alternative. Dan gak ketinggalan, di dalam video  "I Will Survive" juga menyuguhkan saat Bondan Prakoso sedang bermain bass. Gambaran suasana dalam video "I Will Survive" kaya akan motivasi dan bernuansa gelap. Lagunya tentu masih dengan nada-nada semangat khas lagu-lagu ciptaan Bondan Prakoso.  


Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama I WILL SURVIVE - MizTia Respect
Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama - I WILL SURVIVE 

"Permulaan; ini merupakan terobosan baru yang penuh dengan harapan dan doa untuk menuju optimalnya kedewasaan berkarya. Keputusan saya untuk bersolo karir dengan mengambil langkah secara indie adalah sebagai bentuk kemandirian dan sekaligus merupakan wujud totalitas saya untuk terus berkarya. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya untuk tetap bisa survive. Namun, ini adalah sesuatu yang tidak mudah, penuh tantangan, dan sangat membutuhkan energi serta semangat perjuangan yang besar."


Read More Comment (35)

Biography Bondan Prakoso

Profil Bondan Prakoso





Bondan Prakoso
Tanggal lahir : 08 Mei 1984
Zodiac : Taurus
Terkenal sejak merilis album perdana "Si Lumba-Lumba" (di era 80-90an)

Tanggal Lahir
08 Mei 1984

Kewarganegaraan
Indonesia

Ayah
Sisco Batara

Ibu
Lili Yulianingsih

Suami/Istri
Margareth (Margie)

Anak-anak
Kara Anabelle Prakoso

Populer Sejak
Merilis album perdana "Si Lumba-Lumba" (di era 80-90an)



Profil Bondan Prakoso
Biography
Bondan Karakorum memulai karir bermusiknya sebagai seorang penyanyi cilik. Lagunya yang paling melejit adalah ‘Lumba-lumba’. Sebagai penyanyi cilik, ia telah merilis 8 album. Tahun 1999 ia mulai bergabung dengan band Funky Kopral sebagai bassis. Setelah Funky Kopral merilis 3 album, Bondan hengkang dan bersolo karir. Tahun 2002 Bondan berhasil merilis album perdananya dengan menggandeng rapper asal Bogor, Fade 2 Black. Hingga kini ia solid dengan Fade 2 Black namun berencana untuk kembali membuat band.
Nama: Bondan Prakoso (Mr. B)
Ttl: Solo, 8 Mei 1984
Posisi: vokalis & bassis
Discography
Album studio:
- 8 album penyanyi cilik (1988-1995)
- 1999 : Funchopat (Universal) bersama Funky Kopral
- 2000 : Funchedelic Rhythm and Distortion (Universal) bersama Funky Kopral
- 2003 : Kolaborasi Setiawan Djodi & Funkop (AIRO) bersama Funky Kopral
- 2005 : Respect (Bondan & Fade 2 Black)
- 2008 : Unity (Bondan & Fade 2 Black)
Bondan Karakorum memulai karir bermusiknya sebagai seorang penyanyi cilik. Lagunya yang paling melejit adalah ‘Lumba-lumba’. Sebagai penyanyi cilik, ia telah merilis 8 album. Tahun 1999 ia mulai bergabung dengan band Funky Kopral sebagai bassis. Setelah Funky Kopral merilis 3 album, Bondan hengkang dan bersolo karir. Tahun 2002 Bondan berhasil merilis album perdananya dengan menggandeng rapper asal Bogor, Fade 2 Black. Hingga kini ia solid dengan Fade 2 Black namun berencana untuk kembali membuat band.



Mr.b


Nama: Bondan Prakoso (Mr. B)

Ttl: Solo, 8 Mei 1984

Posisi: vokalis & bassis
Discography
Album studio:
- 8 album penyanyi cilik (1988-1995)

- 1999 : Funchopat (Universal) bersama Funky Kopral

- 2000 : Funchedelic Rhythm and Distortion (Universal) bersama Funky Kopral

- 2003 : Kolaborasi Setiawan Djodi & Funkop (AIRO) bersama Funky Kopral

- 2005 : Respect (Bondan & Fade 2 Black)

- 2008 : Unity (Bondan & Fade 2 Black)





Profil

Bondan Prakoso (lahir 8 Mei 1984; umur 26 tahun) adalah pemusik Indonesia yang mengawali karier bermusik sebagai penyanyi cilik di tahun 80-an. Berkat album Si Lumba-lumba namanya melambung. Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002. Kini ia membentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black.

Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya. Ditahun 1999, Bondan membentuk band Funky Kopral , sebagai bassis, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik. Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik. Sayang, setelah album ketiga mereka dirilis, band ini bubar. Hingga ditahun 2005 ia memebentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black dengan genre musik Pop Rock yang dipadu dengan Rap. Dengan band barunya ini, Bondan diganjar penghargaan serupa, yakni AMI Sharp Awards ditahun 2008 untuk kategori Group Rap Terbaik. Sebelumnya, ditahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai band di Indonesia seperti Thomas "GIGI", Rindra "Padi", Bongky "BIP", Adam Sheila on 7 dan bassis Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung.

Kehidupan pribadi :


Pada tanggal 17 Desember 2007, Bondan menikahi kekasihnya yang bernama Margareth atau yang akrab disapa Margie yang bertempat di Restoran Cibintung, Ciputat, Tangerang, dengan mas kawin berupa seperangkat alat salat dan 17 gram emas.
Nambah >>>>>>>
Agama : Islam
Pekerjaan : Musisi, Produser
Hobby : Musik, Membaca, Menonton Film
Musisi/Band Favorit : Les Claypool (Primus), Muse, Dave Mathews Band
Referensi Buku : Huru Hara Kiamat, Jangan Bersedih, Chicken Soup
Makanan Favorit : Chicken Teriyaki, Nasi Goreng Hati/Pete.
Minuman Favorit : Air Mineral
Alamat : PO BOX 1281 JKS 12012



BONDAN PRAKOSO


Nol hingga menanjak -->> 100%
 

1. Dimasa kecilnya, sebelum brader (Bondan Prakoso) rekaman brader selalu minta di pangku Ny.Lili brader's mom.. dan itu udah jadi suatu kebiasaan yang kerap kali breader lakukan . Tempoe doeloe ya... not now... :)

2. menginjak usia 3 tahun, brader udah menunjukkan jiwa seninya guys, terbukti di umur segitu brader uda hapal dgn salah satu lagu yang "in" bgt saat itu, dengan "kecadelannya" brader nyanyi, "..aku macih cepelti yang dulu..." :)

3. masa kecil brader banyak di habiskan dengan kesibukannya sbg penyanyi. ketenaran brader sebagai seorang artis mau ga mau menjadi pembatas yang ckup kuat untuk brader bisa bersosialisasi dengan teman2 se usianya, karna stiap kali keluar rumah slalu dihampiri orang2 sekitarnya, walau hanya sekedar bertanya "...bondan ya?":(

4. masa kecil yang tidak terlalu baik itu, menjadi "refrensi" bagi brader setelah berkeluarga. Terbukti brader tidak ingin Mrs.Prakoso (k Mergie Caroline) dan Karra (brader's child) turut di publikasikan layaknya dirinya selaku pekerja seni.. :(

5. Setelah tamat SD brader vakum nyanyi. Coz faktor perubahan warna vokal karena pubertas.

6. Setelah vakum menyanyi, brader mulai tertari mempelajari instrumen musik, Such as Drum, keyboard, gitar, dan terakhir bass. Ketiaka mempelajari bass, brader langsung jatuh hati. Kakak brader yang seorang Bassist menyarankan brader untuk mendalami Bass. "..yang jago main gitar itu banyak, tapi pemain bass yang jago itu masih sedikit.." saat itu memang eranya pemain gitaris yang selalu jadi sorotan dalam sebuah performance musik. Beda dengan Bassist yang selalu di belakang mengisi rhtym bersama drum.

7. Michael 'Flea' Balzary Bassist Red Hot Chilli Papers adalah Inspirator Brader sebagai seorang Bassist. dengan melihat aksi Flea tersebut brader mengambil kesimpulan bahwa Bassist juga bisa menjadi Frontman dalam sebuah performance musik. Dan itu benar-benar direalisasikan brader yang saat ini memang menjadi Frontman di Band yang sama2 kita cintai BONDAN PRAKOSO & FADE2BLACK
8. brader fokus mempelajari bass. keinginannya tersebut disampaikan kepada ayah brader yang seorang arranger musik. ayah brader kemudian menghubungi temannya, Budi bassist band Xspin. selama sbulan brader belajar bermain bass bersama budi karena budi harus terbang ke Brunei, alhasil brader pun belajar bermain bass secara otodidak dengan mengulik videos Red Hot Chilli Pappers dan menonton video pelajaran bass. Dan dalam waktu satu tahun beader sudah mahir bermain bass. Alsom!

9. brader menemukan jiwanya ketika bermain musik, especially bass."..saya merasa terpanggil dan merasakan kenikmatan ketika bermain musik.." brader's said.

10. brader mendirikan band pertamanya, Funky Kopral yang melang-lang buana di dunia musik amatir selama 3 tahun sebelum akhirnya merilis album perdana mereka. Namun berakhir singkat setelah menyabet penghargaan2 bergengsi disebabkan idealisma yang di usung ga "connect" dengan selera pasar. Hhm...

11. lepas dari funky kopral, brader menyelesaikan studinya D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia.

12. dipenghujung kelulusannya brader bertemu brader Tito(a.k.a Titz G) dan mulai saling mengorek informasi mengenai musik. brader mulai tertarik dgn passion dn cerita brader Titz yang berjuang membangun komunitas Hip Hop d Bogor. brader pun menawarkan proyek kepada Fade 2 Black band band yang mengusung aliran Hip-Hop dan Rap yang di isi 3 personelnya Tito a.k.a Titz G, Ari a.k.a Santoz Ariego, dan Eza a.k.a Lezzano. Perkenalan mereka selanjutnya berakhir di proyek Kolaborasi bernama "Bondan Prakoso feat Fade 2 Black" yang telah menelurkan 3 album Respect (2005), Unity (2007), dan For All (2010) tanpa aliran absolut alias NON GENRE.

13. Mengenai kehidupan pribadinya, Brader menikahi kekasihnya bernama Margareth Carolyn atau kerap disapa Mergie yang seorang wartawan. Kurang lebih 3 tahun berpacaran brader lantas meminang K Mergie sebagai istrinya pada Desember 2007 pernikahan dilangsungkan secara tertutup tanpa di iring-isingi pers. Dan pada Oktober 2008 dikaruniai seorang putri cantik yang diberi nama Karra Annabele. "...hadirnya Karra membawa perubahan besar dalam kehidupan dan kepribadian w. Karra menyebabkan w jadi lebih dewasa. Harapan w putri w bisa tumbuh menjadi putri yang pintar, cerdas, dan cantik" . Amiieennn..

14. Ny. Lili Yulianingsih brader's mom seorang sinden/penyanyi kerocong, sementara Bpk. Sisco Batara adalah seorang arranger musik. Diakui brader, beliau adalah supporter terbesarnya dalam berkarya. Terbukti meledaknya Hits Ya Sudahlah adalah buah dari kontribusi dari support dan campur tangan beliau yang begitu besar bagi band yang di Leader-i oleh anaknya tersebut.

15. Dimata orang2 terdekatnya, Brader dikenal sebagai orang yang sederhana, namun penuh Totalitas dan Konsisten dalam menjalankan sesuatu. Hal ini terlihat dalam tiap goresan karyanya yang memang mengandung idealisme yang patut di acungi jempol. Buah dari Totalitas dan Konsistensi tanpa batas!

16. tahun 2010 adalah lompatan terbesar brader dalam berkaya bersama Fade 2 Black.










Terkait Biografy : 



sumber : http://www.wowkeren.com/seleb/bondan_prakoso/

oke okey cakep kan.....
lanjutkan !! R.U.F.A
Read More Comment
 
© Copyright 2012 MizTia Respect - All Rights Reserved | Template by Borneo Templates - Kreasi Iseng ♥ MizTia
Best Viewed in Chrome