LIKE BONDAN F2B ?

Powered by Blogger.
Showing posts sorted by date for query Mr.B. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query Mr.B. Sort by relevance Show all posts

Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama - I WILL SURVIVE


© MT - Solo Karir Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama I WILL SURVIVE .



Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama I WILL SURVIVE - MizTia Respect
Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama - I WILL SURVIVE 



Hey.... Bondan Prakoso is back!! 
He's back!!

Horraaayy :D .. hip hip horreee 

Usai berkolaburasi selama ± delapan (8) tahun berkarir didapur rekaman bersama grup hip hop Fade 2 Black. Bondan Prakoso and Fade2Black dinyatakan vakum terhitung sejak 13 September 2013.

Tentang Bondan Prakoso dan Fade 2 Black silahkan baca di BIO.
Kabar tentang  Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum silahkan baca di Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum, Rezpector bubar?


Bondan Prakoso yang dulu akrab dipanggil Mr. B, kini memilih solo karir dan telah menggarap single terbarunya bertajuk "I Will Survive". Dalam video tersebut, tampak sekali penghayatan Bondan Prakoso dalam memotivasi diri sendiri juga para penggemar yang telah lama menanti karya terbarunya. Bondan menyampaikan pesan motivasi kepada diri sendiri juga penggemar dalam menghadapi segala cobaan hidup melalui lagu "I WILL SURVIVE".

Bondan Prakoso adalah musisi favorit saya. Bondan selalu memotivasi generasi muda agar tidak lemah, tetap berekspresi dan terus berkreasi. Seperti yang sudah pernah saya tulisan di beberapa jurnal pada blog Kreasi Iseng MizTia "Just Expression and Write Anything".
 
"I Will Survive", mengandung pesan untuk memotivasi diri sendiri, kita sebagai manusia pada dasarnya selalu mendapat tantangan, ujian dan hukuman. Nah, pada single pertama Bondan Prakoso "I Will Survive" menceritakan tentang motivasi agar kita bisa bertahan dari semua situasi tersebut.

Lagu "I Will Survive" bernuansa rock-alternative. Dan gak ketinggalan, di dalam video  "I Will Survive" juga menyuguhkan saat Bondan Prakoso sedang bermain bass. Gambaran suasana dalam video "I Will Survive" kaya akan motivasi dan bernuansa gelap. Lagunya tentu masih dengan nada-nada semangat khas lagu-lagu ciptaan Bondan Prakoso.  


Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama I WILL SURVIVE - MizTia Respect
Bondan Prakoso Hadir Dengan Single Pertama - I WILL SURVIVE 

"Permulaan; ini merupakan terobosan baru yang penuh dengan harapan dan doa untuk menuju optimalnya kedewasaan berkarya. Keputusan saya untuk bersolo karir dengan mengambil langkah secara indie adalah sebagai bentuk kemandirian dan sekaligus merupakan wujud totalitas saya untuk terus berkarya. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya untuk tetap bisa survive. Namun, ini adalah sesuatu yang tidak mudah, penuh tantangan, dan sangat membutuhkan energi serta semangat perjuangan yang besar."


Read More Comment (35)

Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum, Rezpector bubar?

©MT | Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum, Rezpector bubar?

14 September 2013, saya dikagetkan dengan TL @BondanF2B yang dikabarkan telah vakum untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Sempat kecewa juga dengan keputusan ini, alasan Bondan Prakoso dan Fade 2 Black vakum karena mereka akan  fokus dan berkonsentrasi pada project masing-masing yang sempat tertunda.

Pertanyaan yang telah banyak di lontarkan para penggemar Bondan Prakoso dan Fade 2 Black (Rezpector) "Ini vakum atau bubar?"

Padahal fans mereka banyak loh tersebar diseluruh Nusantara, banyak Rezpector tersebar se jagad raya. Bondan Prakoso and Fade 2 Black telah banyak menelurkan karya-karya yang gemilang selama berdiri di industri musik. Bondan Prakoso dan Fade 2 Black juga telah mengeluarkan beberapa buku hasil kolaburasi mereka bersama penulis ternama. Saya bingung menanggapi ini, karena sudah terlanjur kecewa dengan keputusan mereka.
Setelah berkolaburasi selama ± delapan (8) tahun berkarir di industri musik, Bondan Prakoso dan Fade 2 Black vakum terhitung sejak 13 September 2013, perjalanan dan pengalaman panjang yang pernah mereka jalani.

Bondan Prakoso and Fade 2 Black vakum, Rezpector bubar? Miz Tia Respect
@BondanF2B



Namun banyak sekali Rezpector INDONESIA yang berharap Bondan Prakoso dan Fade 2 Black bakal tetap berkarya dan tetap berkaborasi menghasilkan musik indonesia yang berwarna dan berkelas.

Kalau saya yang jadi Mr.B dan F2B saya bakal terharu saat baca komentar teman-teman di sosmed yang selalu mendukung perjalanan karir Bondan Prakoso dan Fade2Black. Dan mengusahakan agar group ini tetap eksis di ranah hiburan indonesia. Tapi kenyataanya saya bukan orang penting seperti mereka :D jadi saya hanya menyimak saja.



Facebook Bondan - MizTia Respect
Bondan Prakoso & Fade2Black (kalo kurang jelas klik gambarnya)

Facebook Bondan - Miz Tia Respect
Bondan Prakoso & Fade2Black (kalo kurang jelas klik gambarnya)



Banyak banget komentar-komentar fans Bondan Prakoso dan Fade 2 Black yang kecewa, Menurut mereka "Respector akan selalu ada dan sampai kapanpun masih tetap ada, dan mereka berharap agar secepatnya Bondan Prakoso and Fade2Black (Titz, Santoz, Lezzano) menyelesaikan urusannya dan secepat mungkin bisa berada didunia entertaiment lagi, karena para fans Bondan Prakoso dan Fade2Black pastinya bakal merindukan Bondan Prakoso and F2B dan merindukan karya-karyanya dari sebuah lagu hingga menjadi sebuah novel. Terus terang Bondan Prakoso dan Fade2Black telah banyak menginspirasi generasi muda. Para fans Bondan Prakoso dan Fade2Black yang akrab di panggil Rezpector akan selalu menunggu karya Bondan Prakoso dan Fade2Black".

Galau deh denger berita ini, apalagi pas berita ini masuk infotaiment di TV. Berarti beneran bakal vakum :(  ini salah satu berita yang bisa bikin kontroversi hati para rezpector ini #halah -_-

Oh ya, Rezpector atau fans yang baik akan tetap mendukung musisi yang selama ini dibanggakannya :) . Tetap Semangat! :~

Ini buat yang belum kenal sama Bondan Prakoso dan Fade2Black, bisa dibaca tentang bio Bondan Prakoso atau bio Fade 2 Black | Ada apa dengan musik Bondan Prakoso dan Fade 2 Black? .
Read More Comment (19)

Biography B.J Habibie



Biography B.J Habibie - MizTia Respect

Baharuddin Jusuf Habibie

Nama Lengkap : Baharuddin Jusuf Habibie
Alias : Habibie | BJ Habibie
Agama : Islam
Tempat Lahir : Pare-Pare
Tanggal Lahir : Kamis, 25 Juni 1936
Hobby : Membaca
Warga Negara : Indonesia

 


Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Habibie merupakan keturunan antara orang Jawa (ibunya) dengan orang Makasar/Pare-Pare (ayahnya).
Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya,  R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.

Pak Habibie melanjutkan program doktoral setelah menikahi teman SMA-nya, Ibu Hasri Ainun Besari pada tahun 1962. Bersama dengan istrinya tinggal di Jerman, Habibie harus bekerja untuk membiayai biaya kuliah sekaligus biaya rumah tangganya. Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan  indeks prestasi summa cum laude.

Selama menjadi mahasiswa tingkat doktoral, BJ Habibie sudah mulai bekerja untuk menghidupi keluarganya dan biaya studinya. Setelah lulus, BJ Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg (1965-1969 sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang, dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973).
Atas kinerja dan kebriliannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ). Dialah menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman ini.

alam desain dan konstruksi pesawat terbang. Habibie menjadi “permata” di negeri Jerman dan iapun mendapat “kedudukan terhormat”, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang Jerman. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“.

Pada tahun 1968, BJ Habibie telah mengundang sejumlah insinyur  untuk bekerja di industri pesawat terbang Jerman. Sekitar 40 insinyur Indonesia akhirnya dapat bekerja di MBB atas rekomendasi Pak Habibie.

Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan skill dan pengalaman (SDM) insinyur Indonesia untuk suatu saat bisa kembali ke Indonesia dan membuat produk industri dirgantara (dan kemudian maritim dan darat). Dan ketika (Alm) Presiden Soeharto mengirim Ibnu Sutowo ke Jerman untuk menemui seraya membujuk Habibie pulang ke Indonesia, BJ Habibie langsung bersedia dan melepaskan jabatan, posisi dan prestise tinggi di Jerman.

Hal ini dilakukan BJ Habibie demi memberi sumbangsih ilmu dan teknologi pada bangsa ini. Pada 1974 di usia 38 tahun, BJ Habibie pulang ke tanah air.  Iapun diangkat menjadi penasihat pemerintah (langsung dibawah Presiden) di bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi hingga tahun 1978. Meskipun demikian dari tahun 1974-1978, Habibie masih sering pulang pergi ke Jerman karena masih menjabat sebagai Vice Presiden dan Direktur Teknologi di MBB.

Habibie mulai benar-benar fokus setelah ia melepaskan jabatan tingginya di Perusahaan Pesawat Jerman MBB pada  1978. Dan sejak itu, dari tahun 1978 hingga 1997, ia diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus merangkap sebagai Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Disamping itu Habibie juga diangkat sebagai Ketua Dewan Riset Nasional dan berbagai jabatan lainnya.

Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet.

Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi.
Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting adalah UU otonomi daerah.

Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintergrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib sama seperti Uni Soviet dan Yugoslavia.
Setelah ia turun dari jabatannya sebagai presiden, ia lebih banyak tinggal di Jerman daripada di Indonesia. Tetapi ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasehat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center.

Rasa cintanya yang besar pada mendiang istrinya, Ainun dia tuangkan dalam bentuk buku. Dia menulis buku yang berjudul Habibie & Ainun. Buku ini di buat untuk alm. istrinya. Buku tersebut berisikan mengenai kisah cinta sang Profesor dengan istrinya.

Buku tersebut setebal 323 halaman itu, menceritakan mulai dari awal pertemuan Habibie dan Ainun, sampai akhinya Ainun menghembuskan nafas terakhirnya karena komplikasi penyakit pada 22 Mei 2010. Habibie menghitung masa hidup bersama Ainun, sejak menikah pada 12 Mei 1962, selama 48 tahun 10 hari

PENDIDIKAN
  • S3: Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman
  • S2: Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman
  • S1: Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB)
KARIR
  • Presiden RI ke-3
  • Wapres RI ke-7
  • Menteri Riset dan Teknologi ke-1
  • Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB
  • Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang MBB
  • Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB
PENGHARGAAN
  • Edward Warner Award dan Award von Karman
  • Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana dari Institut Teknologi Bandung


Biography B.J Habibie - MizTia Respect
Biography B.J Habibie - MizTia Respect
 









Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.

Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie, karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di  Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH)Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.

Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya, Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menhemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.

Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. dari tempat yang sama tahun 1965. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.

Biography B.J Habibie - MizTia Respect

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie, istri BJ Habibie, meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.

Pada Awal desember 2012, sebuah film yang berjudul "Habibie dan Ainun" diluncurkan, film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie, Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo, dengan pemeran Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie.


Biography B.J Habibie - MizTia Respect
Buku Habibie dan Ainun
Biography B.J Habibie - MizTia Respect
Film Habibie dan Ainun




.

Dik, anda tahu, saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan “Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur, Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi

Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik, anda semua lihat sendiri, N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, teknologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia. Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa.

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!

Pak Habibie menghela nafas, Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....

Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia.

Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
− Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten− C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis− D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:
Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik, organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu...

Dik, saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya, saya mau kasih informasi...... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu.

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam, seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan...

Dik, kalian tau, 2 minggu setelah ditinggalkan ibu, suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu... Ainun.... Ainun ........ Ainun ........saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini...’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!
2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus
3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga...

*(dari tayangan program di stasiun televisi 27 Januari 2012, P.Habibie bercerita, ternyata ada 4 opsi,bukan 3, dimana opsi yang belum tersebut di atas adalah, P.Habibie diminta bercerita tentang apa saja tentang bu Ainun kepada dokter, hampir sama dengan opsi 2)

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu).. ia melanjutkan pembicaraannya;

Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun.......dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat..... saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia.

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata.......

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui...

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu, semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh Habibie dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif.”

Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :

* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN - 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
· Helikopter BO-105.
· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
· Beberapa proyek rudal dan satelit.

Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :

* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia


sumber: 
http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html 
http://miztia-respect.blogspot.com/2013/03/biography-bj-habibie.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bacharuddin_Jusuf_Habibie 
Read More Comment (35)

Biography Jackie Chan

MizTia Respect - Biography Jackie Chan | Profil Jackie Chan


Biography Jackie Chan - MizTia Respect

JACKIE CHAN

Nama asli : Kong-sang Chan
Tanggal lahir : 07 April 1954
Lahir di : Victoria Peak, Hong Kong
Zodiac : Aries
Terkenal sejak membintangi film "Drunken Master" (1978)




Chan Kong-sang atau yang akrab disapa Jackie Chan lahir di Hong Kong, 7 April 1954, dari pasangan Charles Chan dan Lee-Lee Chan, yang sama-sama bekerja di Konsulat Perancis di Hongkong. Semasa kecil, Jackie mendapat julukan Paopao yang artinya peluru meriam. Julukan itu didapat karena saat masih bayi, Jackie memiliki berat sekitar 5,4 kg.

Tahun 1960, ayah Jackie, Charles, berimigrasi ke Canberra, Australia, untuk bekerja sebagai kepala koki di kedutaan besar Amerika Serikat. Sementara Jackie dikirim ke sekolah opera Peking, China Drama Academy. Oleh Master Yu Jim-Yuen, Jackie mendapat pelatihan bela diri dan akrobat. Rupanya Jackie menunjukkan kalau dirinya adalah murid yang berbakat. Tak lama kemudian Jackie bergabung dalam kelompok akrobat dan bela diri terkenal, Seven Little Fortunes. Dalam aksinya sebagai ahli bela diri cilik, Jackie memiliki nama panggung Yuen Lo dan bersahabat akrab dengan dua anggota Seven Little Fortunes yakni Sammo Hung dan Yuen Biao.

Berkat kelompok Seven Little Fortunes, Jackie berhasil memulai debut film pertamanya yang berjudul "Big and Little Wong Tin Bar" (1962). Beranjak remaja, Jackie sempat menjadi stuntman di film mendiang Bruce Lee, "Fist of Fury" (1972) dan "Enter the Dragon" (1973). Kala itu dia menyandang nama panggung, Chan Yuen Lung. Sayangnya, karir Jackie sebagai aktor muda kurang begitu bagus. Hal ini membuatnya terpaksa bersedia tampil t*lanj*ng di film komedi yang menampilkan adegan se*s, "All in the Family" (1975). Film tersebut merupakan film pertama sekaligus film terakhirnya sebagai aktor yang bersedia beradegan i*tim. Bahkan dalam film "All in the Family", Jackie sama sekali tak menunjukkan kebolehannya dalam hal bela diri.

Merasa perjalanan karirnya tersendat-sendat, Jackie memutuskan untuk menyusul keluarganya di Canberra. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Dickson College dan bekerja sebagai pegawai konstruksi. Pengalamannya sebagai pekerja bangunan akhirnya justru membawa Jackie mendapatkan nama panggungnya. Penemuan itu bermula saat dia bersahabat dengan sesama tukang bangunan bernama Jack. Persahabatan itu membuatnya mendapat julukan Little Jack alias Jackie. Nama itulah yang akhirnya dipakai Jackie sebagai nama panggung dan mengantarkannya menjadi aktor yang sukses. Hal ini terbukti saat Jackie mendapat tawaran untuk bermain film Hong Kong terkenal tak lama setelah dia mengganti nama, "Snake in the Eagle's Shadow" (1978). Kepiawaian Jackie berakting sekaligus unjuk keahlian kung fu di film tersebut menyita perhatian para penggemar film Hong Kong. Kesuksesannya itu membuat Jackie terpilih untuk membintangi film legendaris "Drunken Master" (1978).

Masa-masa keemasan sebagai aktor pun dialami Jackie. Setelah sukses sebagai aktor film Hong Kong, Jackie mulai merambah dunia film Hollywood. Di awal perjuangannya untuk menjadi aktor Hollywood, Jackie sempat mengalami kegagalan dan hanya mendapat peran-peran kecil. Dia pun memutuskan untuk fokus sebagai aktor film Hong Kong. Keputusan tersebut diambil karena Jackie merasa dirinya lebih dikenal di negaranya sendiri dibandingkan Amerika Serikat.

Di era akhir 90an, Jackie kembali optimis untuk mengembangkan kemampuannya di Hollywood. Dia pun tampil dalam film garapan Golden Harvest dan Columbia Pictures, "Who Am I?" (1998). Film tersebut semakin melejitkan namanya dan membuat Jackie mendapat kesempatan untuk tampil di film box office seperti "Shanghai Noon" (2000), seri film "Rush Hour" dan "Shanghai Knights". Akting dan keahlian kung fu Jackie juga dapat disaksikan di beberapa film terbarunya seperti "The Spy Next Door" dan "The Karate Kid".

Selain karirnya sebagai aktor, Jackie yang kini berusia 56 tahun tersebut juga sukses dalam membina rumah tangga bersama aktris Hong Kong yang dinikahinya pada 1 Desember 1982, Joan Lin. Dari pernikahan yang telah berjalan hampir 28 tahun itu, Jackie dan Joan dikaruniai seorang putra yakni Jaycee Chan. Sayangnya pernikahan tersebut sempat mengalami gonjang-ganjing ketika aktris sekaligus Miss Asia 1990, Elaine Ng Yi-Lei, melahirkan seorang putri bernama Etta Ng Chok Lam (lahir 19 November 1999). Menurut rumor, putri Elaine tersebut adalah anak hasil hubungan asmaranya dengan Jackie. Namun, hingga saat ini Jackie tak pernah mengakui Etta sebagai putrinya. Adapun Jackie sempat meminta maaf pada istri dan putra kandungnya terkait rumor tersebut.

sumber www.miztia-respect.blogspot.com : http://www.wowkeren.com/seleb/jackie_chan/bio.html



Biography Jackie Chan - MizTia RespectJACKIE CHAN

Laki-Laki
07 April 1954, Victoria Peak, Hong Kong

PERSONAL

Jackie Chan adalah seorang aktor, sutradara, stuntman, produser, aktor bela diri, aktor komedi, penulis naskah layar lebar dan penyanyi dari Hong Kong. Ia adalah salah satu tokoh yang terkenal dalam seni bela diri (kung fu) dari Cina dan aktor layar lebar dunia yang terkenal dengan aksi pertarungan akrobatiknya, ahli penggunaan berbagai macam alat yang ditemui di sekitarnya sebagai senjata dan aktor laga yang memiliki banyak inovasi. Ia telah mendalami seni peran sejak tahun 1970-an, dan sudah tampil tak kurang dalam 100 film serta pernah menerima penghargaan di Hong Kong Avenue of Stars dan di Hollywood Walk of Fame.
Dilahirkan pada tahun 1954 di Victoria Peak, Hong Kong, dengan nama Chan Kong Sang (yang artinya "dilahirkan di Hong Kong") anak dari Charles dan Lee-Lee Chan, pengungsi dari masa Perang Saudara Cina. Orang tuanya bekerja pada Kedutaan Perancis untuk Hong Kong, sehingga otomatis ia menghabiskan masa kecilnya di lingkungan kediaman kedutaan di daerah distrik Victoria Peak.
Tahun 1982, Jackie Chan menikahi Lin Feng-Jiao, seorang aktris Taiwan. Dalam tahun yang sama mereka mendapatkan seorang anak laki-laki, penyanyi dan aktor, Jaycee Chan. Dalam sebuah skandal di tahun 1999, ia mengakui memiliki seorang anak perempuan dengan pemenang Miss Asia Pageant 1990, Elaine Ng, meskipun begitu, paparazzi tetap sering menghubung-hubungkannya namanya dengan hampir semua artis Mandarin, mulai dari penyanyi wanita Taiwan Teresa Teng sampai aktris terkenal Anita Mui.

KARIR

Ketika orang tuanya beremigrasi ke Canberra, Australia, Chan disekolahkan di Chinese Drama Academy, sebuah Sekolah Opera Peking yang dimiliki dan dijalankan oleh Master Yu Jim Yuen. Di sanalah Chan pertama kalinya pelajaran berharga dan memiliki keahlian di bidang seni bela diri kung fu dan akrobatik.
Film pertama Chan yaitu BIG AND LITTLE WONG TIN BAR (1962), yang dimainkannya ketika masih berumur 8 tahun. Di umurnya yang menginjak 17 tahun, Chan bekerja sebagai pemeran pengganti dalam film-film Bruce Lee berjudul FIST OF FURY dan ENTER THE DRAGON dengan nama panggung Chen Yuen Long. Ia mendapatkan peran utamanya di tahun yang sama dalam sebuah film berjudul LITTLE TIGER OF CANTON, yang hanya diedarkan secara terbatas di Hong Kong pada tahun 1973.
Chan sempat menemui beberapa kali kegagalan dalam petualangan di industri perfilman dalam awal-awal kariernya, namun akhirnya namanya mulai terangkat ketika berhail membintangi film Kung Fu DRUNKEN MASTER di tahun 1978. Sejak saat itu Chan mulai laris membintangi berbagai film Kun Fu lainnya serta film komedi POLICE STORY yang menampilkan adegan stuntnya. Film ini mendapatkan gelar sebagai "Best Movie" dalam Hong Kong Film Awards di tahun 1986.
Setelah berhasil mencapai puncak ketenaran di Hong Kong, Chan mulai merambah karirnya ke industri perfilman Hollywood. Film Hollywood pertamanya adalah BATTLE CREEK BRAWL yang diedarkan pada tahun 1980. Namun beberapa filmnya tidak terlalu sukses. Baru dalam RUMBLE IN THE BRONX (1995), Chan mampu menembus pasar Amerika. Kesuksesan Rumble in the Bronx mendorong diedarkannya film lainnya di tahun 1996, POLICE STORY 3 di Amerika Serikat, dengan judul SUPERCOP, yang menghasilkan pendapatan kotor tidak kurang dari US $ 16,270,600. Chanberbagi peran utama bersama dengan Chris Tucker dalam film laga komedi terbitan tahun 1998, RUSH HOUR. Film-film larisnya pun menyusul seperti SHANGHAI NOON di tahun 2000, RUSH HOUR 2 di tahun 2001 dan SHANGHAI KNIGHTS pada tahun 2003.
Jackie Chan juga seorang penyanyi yang sukses, khususnya di Hong Kong dan Asia, dan mulai memiliki beberapa album lagu yang direkam secara profesional di tahun 1980-an. Ia juga seringkali menyanyikan sendiri lagu tema dari film-filmnya, serta memainkannya pada akhir film. Tahun 2004, Chan meluncurkan merk pakaiannya sendiri, dengan logo seekor naga dan kata-kata dalam Bahasa Inggris, "Jackie".

FILMOGRAFI:

1962: Big and Little Wong Tin Bar
1963: The Love Eterne
1964: The Story of Qin Xiang Lin, The Eighteen Darts (Part. 1)
1966: The Eighteen Darts (Part. 2), Come Drink With Me
1971: A Touch of Zen
1972: Fist of Fury, He qi dao, Enter the Dragon,
1973: Kung Fu Girl, Little Tiger of Canton
1974: The Golden Lotus, Supermen Against the Orient
1975: No End of Surprises, The Himalayan,
1976: New Fist of Fury, Dance of Death, Shaolin Wooden Men
1977: The 36 Crazy Fists, To Kill with Intrigue
1978: Snake In The Eagle’s Snow, Drunken Master
1979: Dragon Fist, Immortal Warriors, Master With Cracked Fingers
1980: The Big Brawl, Red Lips, The Cannonball Run
1982: Dragon Lord, Fantasy Mission Force
1983: Winners and Sinners
1984: Cannonball Run 2
1985: The Protector, My Lucky Star
1986: Naughty Boys
1987: That Enchanting Night, Dragons Forever
1988: Rouge, Miracles
1989: Island of Fire
1990: A Kid from Tibet
1991: Operation Ranger
1992: Twin Dragon, Center Stage
1993: Crime Story
1994: Drunken Master 2, Thunderbolt
1995: Rumble In The Bronx
1996: Mr.Nice Guy
1997: Who am I?
1998: Rush Hour
1999: Georgeous, Gen-X-Cops
2000: Shanghai Noon
2002: Tuxedo, The Medallion
2003: Shanghai Knights
2004: Around The World In 80 days
2006: Rob-B-Hood
2007: Rush Hour 3
2008: Kung Fu Panda
2009: Looking for Jackie
2010: Little Big Soldier, The Karate Kid, The Legend of Silk Boy Shaolin

PENGHARGAAN:

1995: Lifetime Achievement (MTV Movie Award)
1999: Best On-Screen Duo (MTV Movie Award)
Best Fight (MTV Movie Award)
2001: Grand Prix Special des Ameriques (Montreal Film Festival)
2002: Star on the Walk of Fame (Walk of Fame)



sumber www.miztia-respect.blogspot.com : http://selebriti.kapanlagi.com/chinese/j/jackie_chan/ , http://miztia-respect.blogspot.com/2013/02/biography-jackie-chan.html





Wiki : http://id.wikipedia.org/wiki/Jackie_Chan
Situs Web : http://jackiechan.com/.
Read More Comment (17)
 
© Copyright 2012 MizTia Respect - All Rights Reserved | Template by Borneo Templates - Kreasi Iseng ♥ MizTia
Best Viewed in Chrome